Api Hanguskan Sedikitnya 30 Rumah di Australia

February 9, 2009 Leave a comment
SYDNEY — Api yang berasal dari kebakaran hutan menghanguskan sedikitnya 30 rumah di Victoria, Australia. Meski belum ada laporan soal korban jiwa, petugas di kawasan tenggara Australia itu tengah berupaya memadamkan si jago merah.

Sementara itu, satu orang anggota pemadam kebakaran Victoria dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar yang dideritanya kala memadamkan api.

Saat memasuki musim panas, wilayah Australia sering terlanda oleh api dari kebakaran hutan. Pemicunya adalah naiknya temperatur yang memicu titik api di hutan. Sementara itu, angin di musim panas acap bertiup kencang. Menurut catatan pemerintah, sedikitnya tiap tahun ada 60.000 titik api.

From: http://www.kompas.com

Advertisements
Categories: Uncategorized

Ditemukan Planet Mirip Bumi Mengorbit Bintang Seperti Matahari

February 4, 2009 1 comment

PARIS — Satelit pemburu planet asing milik Perancis COROT berhasil merekam sebuah planet baru di luar tata surya. Ukurannya tak lebih dari dua kali ukuran Bumi dan termasuk planet asing terkecil yang pernah ditemukan.

Planet tersebut mengorbit bintang yang mirip Matahari dan kemungkinan termasuk planet padat seperti Bumi. Penemuan planet padat termasuk mengejutkan karena dari 300-an planet asing yang terdeteksi hampir semuanya berupa gumpalan gas raksasa seperti Planet Jupiter.

“Untuk pertama kalinya kami kebetulan mendeteksi sebuah planet yang berbatu seperti Bumi. Penemuan ini sangat penting dalam rangka memahami pembentukan dan evolusi planet kita,” ujar Malcolm Fridlund, Ketua Ilmuwan COROT dari Badan Antariksa Eropa (ESA).

Objek yang diberi nama CoRot-Exo-7B terletak begitu dekat dengan bintang induknya yang berada 457 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun chaya setara dengan 9,5 triliun kilometer) sehingga permukaannya terbakar. Suhu di permukaannya sangat panas sehingga diperkirakan berupa lava pijar atau uap air dengan konsentrasi tinggi antara 1.000 hingga 1.500 derajat Celsius.

Planet tersebut mungkin tersusun dari setengah batu dan setengah air. Jadi, pantas kalau planet tersebut disebut “planet sauna” mengingat betapa panasnya suhu di permukaannya. Dengan suhu sebesar itu, kehidupan hampir dikatakan mustahil.

Para astronom Perancis dan Badan Antariksa Eropa (ESA) mendeteksi keberadaan planet itu saat posisi transit. Teleskop yang dibawa COROT mendeteksi kedipan cahaya akibat gerakan planet di depan bintangnya. CoRot-Exo-7B menempuh lintasan yang sangat cepat. Satu tahun di sana setara dengan 20 jam di Bumi.

Dengan teknik tersebut para astronom dapat memperkirakan ukuran planet tersebut. Planet tersebut jelas bukan planet gas meskipun belum diketahui massanya. Namun, diperkirakan antara 5,7 hingga 11 massa Bumi.

From: http://www.kompas.com

Categories: Uncategorized

Teleskop Pemburu Planet Sejenis Bumi

February 4, 2009 Leave a comment

TITUSVILLE — NASA mengumumkan segera diluncurkannya teleskop sederhana, yang akan mengemban misi besar, yakni menemukan berbagai planet sejenis Bumi yang mengorbit bintang-bintang jauh.

Sekalipun para astronom telah menemukan lebih dari 330 planet yang mengelilingi bintang-bintang pada berbagai tata surya lain, tak ada dari mereka berukuran dan berlokasi yang diduga menjadi unsur penting untuk mendukung kehidupan.

Menyandang nama astronom abad 17 yang menguraikan gerakan planet-planet, teleskop Kepler dijadwalkan akan diluncurkan pada 5 Maret dengan roket tak berawak Delta 2 dari Stasiun AU Tanjung Canaveral.

Begitu mencapai posisi yang mengikuti orbit Bumi, Kepler memfokuskan kegiatannya selama tiga setengah tahun pada wilayah langit bertabur banyak bintang antara konstelasi Sygnus dan Lyra.

Dilengkapi dengan kamera 95 megapiksel, kamera terbesar hingga sejauh ini yang pernah diterbangkan ke antariksa, Kepler akan berupaya menemukan planet-planet seukuran Bumi yang mengorbit di dekat bintang-bintang induk mereka.

Para ilmuwan menyatakan kegiatan ini akan seperti berupaya menemukan agas atau nyamuk kecil di tengah cahaya kemilau.

Menurut seorang pengamat dari luar NASA, sebuah planet sebesar Jupiter mengecil di depan cahaya matahari. Jalan lintasan berbagai dunia seperti Bumi menghasilkan perubahan kecemerlangan sekitar 84 bagian dalam sejuta.

“Ini sinyal yang kecil sekali dan sulit sulit diprediksi,” kata James Fanson, manajer proyek Kepler di Laboratorium Proplusi Jet badan antariksa AS tersebut di Pasadena.

“Rencananya akan mengamati tempat ini selama tiga tahun dan menunggu sampai bintang-bintang itu berkedip.”

Kepler akan mengirimkan data dari 170.000 target kepada para ilmuwan di Bumi untuk dianalisa.

Hanya sebagian kecil

Bintang-bintang yang dipilih hanya sebagian kecil dari sekitar 4 juta obyek yang diamati Kepler, tetapi para ilmuwan ingin memaksimalkan waktu pengamatan teleskop untuk memastikan mereka dapat menangkap sebanyak mungkin bintang yang berkelap-kelip.

Untuk menemukan planet seperti Bumi, para ilmuwan akan membutuhkan sedikitnya empat transit, suatu proses yang memakan waktu sekitar tiga setengah tahunan. Teleskop-teleskop berbasis darat akan digunakan untuk memverifikasi hasilnya.

“Terdapat beberapa fenomena astrofisika yang menyamar sebagai planet,” ujar Michael Bicay, direktur sains pada Pusat Riset Ames NASA di California, kepada para wartawan di Tirusville, Florida, tempat teleskop Kepler sedang disiapkan bagi peluncurannya.

“Kami harus memilah-milah mereka,” kata Bicay, seperti dilaporkan Reuters.

Tak seorang pun tahu seberapa banyak bintang yang memiliki planet bertubuh padat seperti Bumi yang mengorbit di berbagai kawasan yang dapat dihuni, tempat adanya air cair.

Air diyakini sebagai unsur terpenting bagi kehidupan, kendatipun bukti ini hanya didasarkan pada satu contoh, yakni Bumi.

“Kita berhak hidup dalam suatu masa dan sebuah negara yang memiliki teknologi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini secara ilmiah,” kata Fanson.

From: http://www.kompas.com

Categories: Uncategorized

Listrik Tenaga Gravitasi Hebohkan Pamekasan

February 4, 2009 Leave a comment

PAMEKASAN — Setelah pembangkit listrik Jodhipati buatan Djoko Suprapto, kini giliran pembangkit listrik tenaga gravitasi yang kini mulai membuat heboh. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bahkan memastikan akan membantu pengurusan paten penemuan energi listrik tenaga gravitasi oleh Djoko Pasiro (40) warga Kampung Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Pamekasan itu.

“Kami akan membantu mengurus semua kelengkapan administrasinya untuk mendapatkan hak paten atas temuan Pak Djoko ini,” kata Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Pemkab, Drs. Abd Razak Bahman, Selasa (3/2).

Bahkan, kata mantan Kabag Kesra itu, Pemkab juga akan menyediakan dana khusus dari APBD. Sebab penemuan energi listrik tenaga gravitasi Djoko Pasiro tersebut juga merupakan aset bagi pemerintah daerah dan warga Madura pada umumnya.

“Kalau dimanfaatkan secara optimal dengan modal yang cukup, saya yakin di Madura, khususnya di Pamekasan tidak akan pernah kekurangan energi listrik,” katanya.

Dalam penemuannya, Djoko mengandalkan gravitasi bumi untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut murni berasal dari kekuatan alam dan tidak ada bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk menggerakkan mekanik penarik dinamo generator.

Menurut Abd Razak Bahman, temuan Djoko Pasiro tersebut, memang murni merupakan temuan teknologi canggih, bukan rekayasa sebagaimana pernah terjadi di daerah lain. Hal itu setelah Pemkab dan Bupati Pamekasan meninjau langsung ke rumah Djoko Pasiro, Senin (2/2).

“Dari hasil kunjungan itulah bupati lalu memerintahkan kami untuk menguruskan hak paten hasil kekayaan intelektual Pak Siro ini. Sekaligus dengan dananya. Sebab dia sendiri merasa kesulitan untuk mengurusnya,” katanya.

Temuan energi listrik tenaga gravitasi yang spektakuler warga Kelurahan Gladak Anyar itu, kini sudah dimanfaatkan penerangan kebutuhan listrik di rumahnya dan tetangga sekitar Djoko Pasiro di Kampung Patemun. Terkait penemuannya itu, Djoko menyatakan kesiapannya diuji secara ilmiah.

Bahkan warga yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis elektronik itu juga mengaku pernah mempresentasikan penemuannya itu di Yogyakarta di sebuah lembaga penelitian teknologi. Bahkan ketika itu temuan Djoko tersebut sudah ditawar Rp5 miliar, tapi lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) Pamekasan itu menolak dengan alasan ingin mengembangkannya di Madura.

“Dengan uang sejumlah itu saya bisa membeli rumah baru dan fasilitas lainnya, tapi saya tetap merasa rugi. Sebab saya seolah tidak punya temuan, karena menjadi milik orang lain,” terangnya.

Menurut Djoko Pasiro, temuan itu merupakan hasil penelitian yang ia lakukan selama puluhan tahun, sejak belajar di bangku sekolah.

“Saya bersedia menjelaskan secara ilmiah dan mempraktekkan ke publik nantinya apabila temuan saya sudah memiliki hak cipta,” katanya menjelaskan.

Selain akan menguruskan hak patennya, Pemkab juga berjanji akan membantu Djoko untuk mencarikan investor nantinya.

“Kami berharap, kalaupun nanti sudah ada investor setelah ada hak paten, pengembangan lebih lanjut tetap di Pamekasan. Sehingga, kalau harus diproduksi masal, pabriknya harus di sini,” kata Bupati Pamekasan Kholilurrahman.

Menurut Djoko Pasiro, pihaknya sudah menyiapkan tujuh tipe dari temuannya itu dan semuanya sudah dihitung secara ilmiah. Masing-masing tipe menunjukkan besarnya watt yang akan dihasilkan. Yakni antara 2.500 watt untuk hingga ribuan megawatt dengan biaya sekitar Rp 15 juta hingga ratusan juta rupiah bergantung pada tipe masing-masing.

“Kalau tipe yang menghasilkan 2.500 watt seperti yang sudah saya coba itu hanya Rp15 juta. Tapi kalo hingga tipe yang ribuan megawatt tentunya kisaran ratusan juta,” terangnya.

From: http://www.kompas.com

Categories: Uncategorized

Buaya Pun Tergusur Banjir

February 4, 2009 Leave a comment

SYDNEY — Hujan deras berkepanjangan menimbulkan banjir di Queensland, timur laut Australia. Akibatnya, buaya pun nongol di jalanan.

Sejak Desember, hujan deras mengguyur kawasan itu. Nah, Ingham adalah kota kecil di Queensland yang terlanda paling parah. Salah seorang penduduk, David Harkin, mengatakan, dia siap melakukan evakuasi kala banjir menggenangi lantai dua rumahnya. “Ada beberapa ekor ular di sekitar rumah saya,” katanya seraya menambahkan bahwa dia selalu membawa sapu untuk mengusir ular-ular yang akan masuk rumah.

Menurut catatan, ada 2.900 rumah terendam banjir di Ingham, sementara ratusan warganya mengungsi ke kawasan yang lebih tinggi.

Cerita lain terjadi di Townsville. Di situ, buaya sepanjang 1,6 meter malah terdampar di jalan raya. Mata buaya itu luka dan beberapa giginya patah gara-gara terseret arus banjir.

Adapun seorang pekerja sukarela untuk penyelamatan hewan liar di situ, Lana Allcroft, mengatakan, ada warga yang menelepon ke kantornya. “Warga itu bilang kalau seekor ular nangkring di bathtup kamar mandi,” kata Allcroft.

From: http://www.kompas.com

Categories: Uncategorized

Usai Didemo, Ketua DPRD Sumut Meninggal

February 4, 2009 Leave a comment

MEDAN — Abdul Azis Angkat, Ketua DPRD Sumatera Utara, meninggal dunia pukul 13.00 hanya beberapa menit setelah dievakuasi dari Gedung DPRD menggunakan mobil polisi.

Abdul Azis meninggal setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Gleneagles Internasional, Medan. Berita meninggalnya Azis dibenarkan oleh Kakanwil Kominfo Sumut Edy Sofyan.

Abdul Azis dievakuasi dari Gedung DPRD bersama beberapa pimpinan DPRD setelah gedung dikuasai oleh sekitar 1.000 pendukung dibentuknya Provinsi Tapanuli. Saat terjadi unjuk rasa, Abdul Azis sedang memimpin sidang paripurna tentang pergantian antarwaktu anggota DPRD yang mengundurkan diri.

From: http://www.kompas.com

Categories: Uncategorized

Brad Pitt Terobsesi Kematian!

February 2, 2009 Leave a comment

BEIJING – Aktor kondang Brad Pitt tak bisa berhenti memikirkan kematian sejak pengambilan gambar The Curious Case of Benjamin Button. Seperti diberitakan Xinhua, di film itu ia memerankan seorang pria yang dilahirkan tua dan usianya berjalan mundur, Brad telah terobsesi dengan kematian.

Brad (45) berkata, “Saya berjalan dan menyadari bahwa waktu itu singkat.”

“Saya tidak tahu apakah saya memiliki waktu satu hari atau 10 hari atau 40 tahun. Apakah saya sudah separuh jalan atau apakah saya sudah dekat dengan ajal? Saya tidak tahu, jadi saya harus memastikan saya tak menyia-nyiakan waktu itu untuk perbuatan sepele atau kesedihan atau bermalas-malasan, dan saya dikelilingi orang yang paling penting buat saya.”

Brad, yang merawat enam anak bersama pasangannya Angelina Jolie, juga mengakui bahwa film yang mendapat dua nominasi Oscar itu telah mengajari dia untuk menghargai setiap hari. Di ajang Academy Awards 2009 mendatang, film The Curious Case of Benjamin Button, yang juga dibintang Cate Blanchett dan Tilda Swinton berhasil meraih 13 nominasi.

Ia menambahkan kepada harian Inggris, Daily Telegraph, “Angelina dan saya hidup bersama karena kami dapat saling mendukung. Saya tak ingin menyia-nyiakan waktu karena saya ditemani orang yang amat, sangat saya cintai.”

From: http://www.kompas.com

Categories: Uncategorized